Banyuwangi — Menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat pemahaman keilmuan agama menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter santri. Hal tersebut diwujudkan oleh Pondok Pesantren Salafiyyah Syafi’iyyah Sukorejo, Bangorejo, Banyuwangi, melalui Program Mutiara Pagi yang diikuti oleh santri SMP Al Quran dan MA Salafiyyah Syafi’iyyah.

Program Mutiara Pagi dilaksanakan secara rutin sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah dimulai. Di suasana pagi yang tenang, para santri mengawali aktivitas pendidikan dengan kegiatan keagamaan yang sarat nilai spiritual dan keilmuan.
Rangkaian Mutiara Pagi diisi dengan khotmil Qur’an dan pengajian kitab kuning. Melalui khotmil Qur’an, santri dibiasakan untuk senantiasa dekat dengan Al-Qur’an, membacanya secara rutin, serta menjadikannya sebagai bagian dari keseharian. Sementara pengajian kitab kuning menjadi sarana bagi santri untuk memperdalam khazanah keislaman dan memahami berbagai ilmu agama yang menjadi tradisi keilmuan pesantren.
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Syafi’iyyah, KH Zainal Arifin, menekankan pentingnya membangun kebiasaan baik sejak pagi sebagai bagian dari proses pendidikan santri.
Menurut beliau, waktu pagi merupakan momentum yang sangat baik untuk mengisi hati dan pikiran dengan Al-Qur’an serta ilmu agama. “Program Mutiara Pagi ini penting karena santri tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga harus memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an, memahami ilmu agama, serta memiliki akhlak yang baik. Kebiasaan mengawali hari dengan membaca Al-Qur’an dan mengaji diharapkan menjadi bekal bagi santri dalam menjalani kehidupan,” demikian pesan KH Zainal Arifin.
Lebih dari sekadar kegiatan tambahan sebelum KBM, Mutiara Pagi diharapkan menjadi rutinitas pembentukan karakter. Santri diajak membangun kedisiplinan, menjaga konsistensi dalam beribadah, serta membiasakan diri memulai aktivitas dengan hal-hal yang bernilai positif.
Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara pendidikan formal dan pendidikan pesantren. Sebelum memasuki pembelajaran di kelas, santri terlebih dahulu mendapatkan asupan ruhani melalui Al-Qur’an dan pengajian kitab kuning. Dengan demikian, proses pendidikan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk pribadi santri yang berilmu, berakhlak dan memiliki landasan keagamaan yang kuat.
Nama “Mutiara Pagi” pun menjadi gambaran harapan pesantren agar setiap pagi menjadi momentum berharga bagi para santri. Seperti mutiara yang memiliki nilai dan keindahan, waktu pagi diisi dengan kegiatan yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perjalanan pendidikan mereka.
Melalui program ini, Pondok Pesantren Salafiyyah Syafi’iyyah Sukorejo terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang memadukan Al-Qur’an, ilmu agama, pendidikan formal dan pembentukan akhlak. Harapannya, para santri SMP Al Quran dan MA Salafiyyah Syafi’iyyah tidak hanya tumbuh sebagai generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga menjadi generasi Qur’ani yang berilmu, berkarakter dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mutiara Pagi: mengawali hari dengan Al-Qur’an, menumbuhkan ilmu, dan membentuk akhlak santri.