SUKOREJO – Dominasi santri Pondok Pesantren Salafiyyah Syafi’iyyah dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI tingkat Desa Sukorejo tahun ini bukan isapan jempol. Dua lembaga di bawah naungannya, SMP Al-Qur'an dan MA Salafiyyah Syafi’iyyah, tampil memukau dan nyaris menyapu bersih seluruh podium juara lomba gerak jalan desa.
Pemberian trofi berlangsung riuh pada malam panggung Resepsi Kemerdekaan yang digelar panitia desa. Sorak sorai warga pecah tiap kali nama regu santri dipanggil naik ke panggung untuk menerima piala penghargaan.
Bukan tanpa alasan dewan juri memenangkan mereka. Sejak garis start hingga memasuki finis, barisan santri putra maupun putri tampil mencolok: tempo derap langkah stabil, formasi barisan nyaris tak goyah, serta aba-aba komandan peleton terdengar lantang membelah rute perlombaan.
Prestasi yang diboyong pulang pun tak main-main:
-
MA/SMA Putra: Juara 1 dan Juara 2
-
MA/SMA Putri: Juara 1 dan Juara 2
-
SMP Putra: Juara 1 dan Juara 2 (SMP Al-Qur'an)
-
SMP Putri: Juara 2 (SMP Al-Qur'an)
Hasil manis ini langsung disambut haru oleh pihak yayasan. Pengurus Yayasan Salafiyyah Syafi’iyyah, Muhamad Badrudin atau yang akrab disapa Gus Uut, mengapresiasi kerja keras panitia pelaksana yang dinilainya sukses menyajikan perlombaan yang adil dan meriah bagi warga desa.
"Pertama, tentu terima kasih kepada panitia lomba dan seluruh warga Sukorejo. Ruang kompetisi seperti ini yang membuat anak-anak tertantang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya," ungkap Gus Uut saat ditemui di sela acara.
Rasa bangga mendalam juga disematkan Gus Uut kepada barisan pendidik dan ofisial di balik layar. Menurutnya, trofi yang diraih malam itu adalah buah dari ketelatenan dewan guru, jajaran pimpinan madrasah, serta tim pembina yang tanpa lelah mengawal santri di sela-sela padatnya rutinitas belajar dan mengaji.
"Apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kami haturkan kepada seluruh dewan guru SMP Al-Qur'an dan MA Salafiyyah Syafi’iyyah. Terkhusus kepada Kepala SMP Al-Qur'an Ibu Reny Yulia Fatmawati, serta para guru pembina yang telah meluangkan waktu mendampingi, melatih formasi langkah, dan menjaga stamina anak-anak dari awal latihan hingga hari perlombaan," tambahnya.
Tak ketinggalan, Gus Uut memberi penghormatan khusus kepada para santri yang rela berpanas-panasan demi mengharumkan nama almamater.
"Terkhusus anak-anakku, santri Salafiyyah Syafi’iyyah, terima kasih banyak. Kalian membuktikan langsung bahwa santri tidak cuma paham kitab kuning atau fasih melafalkan ayat, tapi juga punya kedisiplinan baris-berbaris dan fisik yang tangguh. Hasil ini bayaran lunas dari keringat latihan kalian beberapa pekan terakhir," pungkasnya.